Pasca kuliah apa yang kita harapkan ?
Setelah sekian tahun menimba ilmu, berjibaku dengan buku buku & ilmu pengetahuan menembus kelulusan dan memperjuangkan sebuah gelar, berlabel duniawi bernama sarjana atau sekedar ahli madya. Sekedar ? oh tentu tidak, Kuliah dipoltek ky’nya sempet jungkir balik n salto deh, setiap usaha terasa bermakna, maka segalanya adalah berharga
Fiuhhh…. pernah hampir 6 bulan jadi pengangguran, lamar sana lamar sini… Emosi pasang surut, kondisi psikologis kadang labil, Kepercayaan diri meluncur tidak indah mendarat di suatu kelemahan atas kata PESIMISME .
Berjuang dan terus berjuang berharap merubah status menjadi seorang yang bermanfaat , setidaknya bagi diri sendiri tak lagi menjadi beban kedua orangtua dlm urusan finansial, yg rasa2nya maluuuu banget……… Ya, merindukan terlepas dari status “pengangguran” meski sebenernya dalam kacamata kesabaran mungkin tidak murni pengangguran…. Akhirnya, alhamdulillah Allah kabulkan…. Selalu semestinya Alhamdulillah ‘Ala Kulli Halin
Alhamdulillah saat ini ku masih diberi nikmat pekerjaan oleh Allah, kali ini adalah pekerjaanku yang ke -3, setelah sebelumnya mencicipi menjadi seorang call center & seorang apa ya? oh tukang jualan stand untuk pameran atau expo, marketing support katanya
Lantas apakah aku merasa bangga ? terlepas dari status pengangguran…..? Layakkah untuk merasa aman, safety player in the comfort zone ?
Dulu dengan status pengangguran merasa minder bukan main , ketika rekan kampus atau adek kelas di SMU atau kampus bertanya ” mba kerja dimana ?” . Atau ketika mamaku menenangkanku saat ku sedih bahwa ia selalu mengadu dan meminta pada Allah agar ku segera mendapat sebuah pekerjaan. Astagfirullah hati rasanya miris bgt… rasanya campur aduk, mungkin hanya yg pernah menjadi seorang pengangguran yg bisa mengerti, ya mengerti….
Lantas apa yang dicari dari seorang pengangguran, seorang pencari kerja ? Uang atau penghasilan kah, statuskah, sebuah citra terselamatkan dari kata pengangguran ? kesenangankah ?
Apa, apa yang dibutuhkan dari bekerja itu sendiri ?
Aku bertanya pada diriku sendiri
Metamorfosis kehidupan memang tak pernah berhenti, seperti siklus panjang yang selalu mengajarkan kita untuk terus berfikir & bergerak, menunjukkan kita pada hikmah2 dibalik setiap kejadian… yang alangkah indahnya jika berujung pada kepasrahan & tawakkal pdNya, saat ikhtiar perjuangan telah disempurnakan.
Dan ku pun senantisa bersyukur pada Allah, bahwa Dialah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, sayang sekali pada hamba2Nya…. tak hanya kesenangan yang Dia berikan ada juga kesusahan Dia uji sebagai pembuktian cinta pada hamba2Nya…. bukti cinta hamba- hamba padaNya, kareana cinta ini tak pernah bertepuk sebelah tangan, tidak pernah
Ah, apa yang dibutuhkan dari sebuah predikat bernama ” BEKERJA” ?
maka ku kan mejawab versi teh emut, yg kadang sedikit aneh tp nyata adanya , meski ia parsial……….. ya karena hanya sebuah refleksi seorang perempuan teramat biasa,
Dan bekerja itu,,,,,,
1. Ibadah,
Sebuah kebutuhan batin yang mesti terpuaskan… mau tidak mau harus tertunaikan, karena ia akan bertanggung jawab dihadapan Robbnya di yaumil Hisab, “setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya “. Berharap segala apa yang ia kerjakan bernilai ibadah di sisi Robbnya, hingga taka da yang sia sia. Lantas apa yang akan dijelaskan oleh tangan kakinya nanti , jika lisan tidak diperkenankan untuk berdalih…. Maka segalanya adalah ibadah, karena ia adalah Abdullah, Abdurrahman, Abdurrahim, Bi idznillah….
Fa Idza ‘Azzamta Fatawakkal ‘Alallah
2. Finansial,
Tentu saja….. Untuk membiayai kreditan palionya +bensin, untuk jajanin keponakan & adek kembarnya, untuk nyenengin mama meski sedikit sekaliii, untuk beli obat cantik ala perempuan tp ga cantik2 jg , huehehe… untuk nabung biaya kuliah lg, untuk nambahin “abang” biaya nikah, tp abang ga dateng2…….. wallaaaah blum kumpul kali pundi2nya, makanya mut nabungnye lbh giat lg yee…. Ya Allah Mudahkan & berkahi jalannya
3. Aktualisasi diri,
Ini nih yang seiring dengan pengalaman kerja juga kematangan usianya ( jaelah! ), ternyata adalah salah satu kebutuhan yang amat penting. ” Kemanfaatan sebanyak2nya bagi ummat” kalimat itulah yang belakangan ini selalu terngiang2 ditelinganya di balik jilbab warna -warninya. “ Mo jadi apa mut?, mo jadi apa? mo kasih apa buat ummat?“ “emhhh mo jadi dosen! poko’nya pendidik deh… ” jawabmu mantap. “iya.. iya… tp dosen apa, spesialisasi bidang apa???” trus katanya mo kasih kemanfaatan buat ummat, tp manfaat yg bgmn, seperti apa bentuknya seberapa banyak, kpn… kpn mulainya…….?”
*fiuhhhh mode on*. Emmmmmhhh still searching & try 2 find out, smg menemukan titiknya. Dan hal ini pun yang melatarbelakangi penulisan subyek ini. Aktualisasi Diri, maka sebaik baik hamba adalah yang bermanfaat sebanyak2nya bagi hamba yang lain
4. Interaksi Sosial,
Tidak dipungkiri lagi bahwa setiap org yang ia temui pasti meng – inspirasi, 1/3 dari harinya ia habiskan di kantor bernama Engineering Data & Information Center. Ada si Ntong2 yg jago IT, Ukhtiy2 tempat berbagi, mas2 yg pinter kasih solusi& tempat diskusi, bahkan ada “abang kita” yang pandai bercakap2 dan bermanuver, ibu yg bikin keki.. ibu yg suka bawa makanan. Wah pokonya gado2 yg enak bgt deh klo dianalogikan. Tergantung bgmn kita mensikapi… mereka pasti meng-inspirasi….. selalu ada pembelajaran ketika interaksi hablumminannas diresapi dalam2.
5. Sarana Belajar,
Belajar dan belajar, terus dan terus…. ga pernah bosen2, Pokonya terus semangat deh! Alhamdulillah Ya Allah banyak hikmah yang kudapat disini…. mulai dr belajar buat dunia ampe yg tanpa disengaja alhamdulillah dapet juga buat akhirat. Ternyata ada loh cara gogling yg mudah tepat sasaran, Oala analisa statistik begitu to’…. klo mo ngibulin virus nyerang file .doc ganti aje ekstensinye, neng ayo neng pake u buntu yg open source manja aje pake windows trus…. “hehehe, blum bise bang, aye nteu tiasa….”. Duh, sabar2 mut meski kanan kiri gonjang ganjing, mo dibawa kemana kita, katanya kapal dah mo karam… Allahu Khoirur Rooziqiin…. Ya, Allah sebaik2 pemberi rizki mut….. always remember & be Patience ^_^. Selama engkau terus bergerak, dan tak hanya diam
Pena telah diangakat, lembaran – lembaran pun telah mengering
April 2008
Disaat katanya gonjang ganjing, kapal mo karam, kata2 “pengangguran” kembali menjadi issue yang menakutkan, should i fell that ??
hoalaaaaaaa….
gonjang ganjing, kapal mo karam???
don’t thought it, let it past…just do your best
Wedeww mas bayuuu,,,
Benerlah do ur best, but apa yg the best nih… nteu aya yg mo diaktualisasikan,
smuanya masih konsep & wacana, huiks huiks…
Ya, mesti trus bfikiran jernih Yow ^_^
Resheduling our lives for each situation