Ada baiknya daku ungkapkan segala resah…..
kumuarakan segala lelah dan penat, di segenap kesibukan yang mendera
Izinkan sekali ini saja aku berkeluh
Sungguh letih…. menjadi perempuan berperan ganda
Punggungku ringkih, perutku membuncit…
Wajah kusam tak bercahaya
sedang fikiran ini kuperas sedemikian rupa
Dan hati… kupaksa berdamai dengan keadaan
Ingin kupeluk-peluk dikau saja duhai permata jiwa,
Bercengkrama bersama sebagaimana fitrahku,
Tatapanmu adalah samudera nan menenggelamkan resah
Senyumanmu adalah penawar luka jua duka
Dekapan mungilmu, mentari hangatkan jiwa
Namun letih pun tak kunjung usai
Siapalah aku ini, kulafazkan….
Laa yukalifullahu nafsan illa wus’aha
Laa yukalifullahu nafsan illa wus’aha
Laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha
Apa daya, hanyalah Dia tempat berpasrah
Lemahku, dukaku… Dia Yang Maha Kuasa
Lapangku, gembiraku… Dia Yang Maha Segala
Ada baiknya, daku titipkan pada Dia..
Jiwa raga tak berdaya upaya,