Belakangan terasa sekali, aku jauh dari bijaksana… bersabar dan berprasangka baik…
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.. ini adalah musibah
Mungkin, karena jauhnya orang-orang shaleh yang berada disekitarku kini, atau memang kadar keimananku sedang anjlok drastis. Siapa lagi yang akan aku salahkan, kesibukan kah, banyaknya amanah dikantor, dikampus dan dalam rumah tanggaku…? keletihan luar biasa sebagai ibu hamil sekaligus mengurus azzam in the same time.. siapa kini yang menjadi kambing hitamnya, saat tumpukan amanah datang tanpa diminta.. Aku disorientasi, aku kewalahan, aku tidak siap!
Bekal ilmu tidak memadai, kualitas ibadah keteteran, amal sholih pun jauh dari implementasi.. lengkaplah sudah. Bukanlah hati ini bangga dengan kondisi diri yg seperti ini. Miris saja tidak cukup… aku membutuhkan solusi.
“Katakanlah jikalau bapak-bapak , anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya, dan dari berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah [9] : 24)
.…lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya, dan berjihad di jalan_Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya….
Astagfirullah al adziim, tsumma astagfirullah al adziim, mungkin inilah sebabnya….
Ampun ya Allah…… dzolimnya diri ini terhadap diri sendiri dan orang lain, dan dzolim pula terhadap hak-Mu untuk lebih dicintai diatas siapapun dan apapun.
Engkau telah memperingatkan, andai saja jiwa raga ini lebih sensitiv mentafakuri ayat-ayatMu. Ya Rabb beri kekuatan untuk mengatasi gumpalan rasa yang masih juga bercokol didalam hati, menggerogoti jenak-jenakku dengan prasangka yg menjerumuskan.
Bismillahi rahmanirrahiim.. kembali ku padaMu, menyerahkan apa yang menjadi hakMu atas jiwa alpa ini….
[...] Comments « -jealousy- [...]