Kemarin pagi sebelum menuju kantor, saat mampir ke rumah nenek mengantar azzam yg sudah di “booking” abah untuk dititipkan.
sempet kesemsem sm lagu band – Armada, saat ga sengaja memencet channel acara musik pagi “Dering’s” di Trans.. kira2, seperti ini bunyi liriknya :
“Kau terindah… dan selalu terindah
aku bisa apa tuk memilikimu
kau terindah… dan selalu terindah
harus bagaimana ku mengungkapkannya
kau pemilik hatiku…”
Lirik ini terus diulang-ulang sepanjang sang vokalis menyanyikan lagunya. Video klip menceritakan kekaguman sang vokalis terhadap seorang perempuan, namun sepertinya belum kesampaian, sehingga ia hanya bersenandung lirih. Rasa-rasanya memang hampir tidak ada yg istimewa dengan lagu ini jika dibandingkan dengan lagu cinta lainnya, hanya saja suasana hati saya pagi itu cukup melankolis kali yaaaa, tiba2 keingetan sm suami tercinta
Padahal jika merujuk pada penggalan kalimat “kau pemilik hatiku”, kita harus ekstra hati2 dalam menyenandungkannya, meniatkannya… kira2 akan dimaksudkan kepada siapa kata2 itu… jangan sampai ada yg lebih berhak menerima pernyataan itu namun kita salah alamat…
Ya, pemilik hati… tidak lain tidak bukan ada-lah ALLLAH SWT, Tuhan kita semesta alam… Dia-lah penggenggam segala hati, pemilik hati setiap hamba yang memilki hati, meneguhkannya.. membolak-balikannya, menggoyahkannya… Dia mampu melakukan segalanya kepada hati kita, maka jika tidak heran bila ada doa peneguh hati yg cukup terkenal :
“Ya Muqallibal quluub tsabbit quluubana ‘ala diinik
Ya Musharrifal quluub sharrif quluubana ‘ala tho’atik”
Tak ada yang menjamin, keteguhan hati kita akan selamanya terjaga, terpatri pada iman yg kuat kepadaNya, bahkan sang nabi sekalipun tetap berdoa demikian, sebab memang Dia-lah Allah pemilik hati kita, yang Maha Berkendak dan Maha berkuasa, tiada keraguan akan itu, tidak sedikit pun…
Namun, jika dihubungkan pada konteks kemanusiaan, khususnya saya sebagai seorang perempuan, seorang istri….. makhluk yang identik dengan kesetiaan.. mendengar lagu ini, entah mengapa hal yg pertama saya ingat adalah suami saya.
Tiba-tiba hati tergelitik untuk mendowload lagu ini, hehe… langsung saya putar- repeat one dikantor, sembari menemani tugas translate laporan sebanyak 135 hal ke English version, rasa-rasanya cukup menghibur. Bener kan…. tiba2 langsung keingetan suami saya (alhamdulillah bukan suami orang
), ini masih dlm konteks kemanusiaan ya… bukan bermaksud berdalih.
Yang saya rasakan saat itu suami-lah makhluk terindah dan selalu terindah yg ada dihati saya (selain Azzam kami mr. bau acemmm sedap!) , dimana hati saya tak akan pernah (semoga-bi idznillah) berpaling pada makhluk-lelaki manapun, menjaga kesetiaan saya hingga Allah saja yang memisahkan kami berdua melaui maut yg menjemput… Allahumma amiin
Iseng saya kirim sms ke suami, ingin mengetahui bagaimana reaksinya : “kau terindah.. dan selalu terindah, harus bagaimana kumengungkapkannya, kau pemilik hatiku # esp to my dear lovely husband”
satu jam kemudian…. dari suami saya : “Yg terindah hanyalah Sang pemilik keindahan, jgn sampai Dia marah & murka, nau’dzubillah tsumma na’udzubillah”
tegas dan singkat, tak ada balasan yg lebih romantis seperti yang sebenarnya saya harapkan, tapi tak sedikitpun hati ini terkejut dengan balasannya, hanya tersenyum dan berucap syukur….
sembari menghabiskan jus alpukat gratisan dr sahabat saya yg tengah berbahagia, mengabarkan berita pernikahannya melalui undangan makan siang
, saya balas sms tersebut kalem: “Iya ayah sayang, makasi ya udah ingetin bunda…insya Allah mengenai itu bunda sudah paham
, ini hanya ekspresi sebuah kesetiaan bunda pada ayah, bahwa tak ada orang lain dihati”
sekejap kemudian : “okelah sayang kalo begitu….. Muahhhh”
Begitulah, sudah semestinya pasangan suami istri saling mengingatkan, alhamdulillah wa syukurillah….. jangan sampai ada yg lebih berhak menerima pernyataan cinta kita, menjadi cemburu… sebagaimana postingan sy sebelumnya disini
Alhamdulillah, pun ketika saya iseng mengirimkan sms tersebut ke suami, saya sadar betul dengan niat saya dan mengetahui konsekuensinya… sekaligus ingin mengetahui bagaimana ia mem-persepsikan sms romantis dari istrinya tersebut
ternyata logika nya masih lebih dominan dari pada perasaannya