Feeds:
Posts
Comments

Ada satu titik, sungguh dimana benar2 ku tak dapat membedakannya

Apakah ini sebuah kata nurani dr lubuk terdalam , atau mungkin bisikan bisikan yang tidak bertanggung jawab yg sengaja  dihembuskan tuk menjerumuskanku, ataukah suatu pemakluman atas kelemahan berbasis manusiawi

Mana yang harus ku perturutkan, duhai Robbi ?

Isyarat isyarat apalagi yg mesti kubahasakan, sedang kesederhanaan kata yg kubutuhkan

sebuah pengakuan atas kejujuran

kumpulan kata kata bernama sebuah jawaban

Aku, aku tak mampu membiarkan apa adanya,

berjalan secara alami tanpa definisi

Masihku disini dengan sebuah rasa yang berakhir tanda tanya

Haruskah ku pertanyakan kembali, adakah ini jalan ikhtiar

Ya kah ini jalan kebenaran,

Aku ingin bicara, mari bicara

Mungkin tuk yang terakhir kali,

Dan ia akan menjadi titik awal dimana ku akan membuat sebuah garis

Garis kehidupan yang berkejaran dengan mimpi2

Langkahku masih payah, tertahan disini

Atas sebuah harap yg belum juga padam

Sungguh salah siapa

Aku memohon bantuan

Datanglah bersama sensitivitas

Ya, dirimu.

Sang Murabbi

sang Murabbi – Izzatul Islam

Selayaknya bagi jiwa jiwa yg mengazamkan dirinya di jalan ini
Menjadikan da’wah sebagai laku utama
Dialah visi, dialah misi, dialah obsesi,
Dialah yang menggelayuti di setiap desah nafas
Dialah yang akan mengantarkan jiwa jiwa ini kepada ridho dan maghfiroh Tuhannya kelak
( prolog )

Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu

Terik matahari tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai tak lunturkan azammu
Ragakan terluka tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia tak silaukan pandangmu

Semua makhluk bertasbih panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa limpahkan rahmat atasmu

Terik matahari tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai tak lunturkan azammu
Ragakan terluka tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia tak silaukan pandangmu

Duhai pewaris nabi duka fana tak berarti
Syurga kekal abadi balasan ikhlas di hati

Cerah hati kami, kau semai nilai Rabb suci
Tegak panji ilahi bangkit generasi rabbani


May,2008
Sebuah lagu yg sangat indah, membuat hati ini gerimis
Merindukan cinta, cinta yang di cinta o/ Rabb suci
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu….
Semoga Allahu Rohman menempatkan beliau Allahuyarham Al ustadz Rahmat Abdullah di tempat yg terbaik di sisiNya. Allahumma Amiin

“Cinta itu Bunga. Bunga yang tumbuh mekar dalam taman hati kita. Taman itu adalah kebenaran. Apa yang dengan kuat menumbuhkan, mengembangkan dan memekarkan bunga itu adalah ; air & matahari. Air dan matahari adalah kebaikan. Air memberinya kesejukan dan ketenangan, tapi matahari memberinya gelora kehidupan. Cinta, dengan begitu merupakan dinamika yang bergulir secara sadar di atas latar wadah perasaan kita”

Maka begitulah seharusnya kita mencintai; menyejukkan, menenangkan, namun juga menggelorakan. dan semua makna tersebut terangkum dalam satu kata: mengHiDUPkan. Merawat, menumbuhkan, mengembangkan, menjaga dengan tulus dan memberinya KEHIDUPAN, itulah cinta….

Pada mulanya seorang wanita adalah kuncup yang tertutup, ketika ia menikah dan memasuki rumah suaminya, menjadi istri & ibu bagi anak anaknya. Maka perlahan sang suami bertugas membuka kuncup kelopak itu, meniupnya perlahan agar ia mekar menjadi bunga. Suamilah yang harus menyiram bunga itu dengan air kebaikan, membuka semua pintu hatinya bagi sang istri, agar ia dapat menikmati cahaya matahari yang akan memberinya gelora kehidupan.

Hanya dengan kebaikanlah bunga bunga cinta bersemi.

Maka, duhai para suami…..

Duduklah sejenak bersama istri anda, tatap matanya lamat lamat, dengarkan suara batinnya, getaran nuraninya dan diam diam bertanyalah pada diri anda dalam dalam, ” apakah ia telah menjadi lebih baik sejak hidup bersama anda?”

Mungkinkah suatu saat ia akan mengucap puisi Iqbal tentang gurunya : dan nafas cintanya meniup kuncupku maka ia mekar jadi bunga

Dikutip :

Kumpulan kolom Ayah Pustaka Ummi 2005

Biarkan Kuncupnya Mekar jadi Bunga – Anis Matta

Kata katamu mengapa sungguh menggelorakan
Bagai busur panah yang terlepas, menusuk jantung jantung kami

Harapan itu masih ada…. katamu lagi
Ummat ini harus bangkit
Al Ardhu Lana…. Al Ardhu Lana…
Wallahu biquwwatihi ma’ana
Ya, harapan itu masih ada….

Lihat-lihatlah matamu sedikit sekali terpejam
Karena keteguhan itu ada didadamu
ku tatap engkau dalam dalam
Dan ku tak kan pernah berhenti mengagumi solihmu
Pengorbananmu atas nama Qiyadah pada jundiyah
Cintamu pada Rabbana

Bangkit, bangkitlah duhai yg mengaku cinta
Optimis bukanlah hadiah,
perjuangkanlah! hadapilah! Yakinlah!

Inilah jalan lurus,meski ia penuh onak dan duri

Bukankah kita adalah pedang – pedang kebenaran
Yang akan menghunus segala makhluk bernama kedzoliman

Bukankah kita adalah letupan letupan semangat & juang
Yang akan mengalahkan segala lemah bernama keterpurukan

Lantangkanlah

Ini langkahku !!! terus melaju

Yang kan kuayun walaupun payah tak akan jera

Kan terus melaju Setegar karang bangkitkan jihadku

May, 2008

Saat terik begitu menggelorakan dan azzam smakin dikuatkan
Fa idza ‘Azzamta Fatawakkal ‘Alallah ( QS Ali Imron : 159)

Terinsiprasi Milad ke 10 sebuah Partai Da’wah

so many things i’ve kept for you

the day that Allah may binding us together

would tell you everything inside of me

untold stories, unsent letters

should be the beautifull secret between us

undelivered messages, unsaid words

its only dedicated to you

and unheard prays…..

someday somehome

over the rainbow after the rain

finally became reality

bi idznillah,,,

Bekerja itu…..

Pasca kuliah apa yang kita harapkan ?

Setelah sekian tahun menimba ilmu, berjibaku dengan buku buku & ilmu pengetahuan menembus kelulusan dan memperjuangkan sebuah gelar, berlabel duniawi bernama sarjana atau sekedar ahli madya. Sekedar ? oh tentu tidak, Kuliah dipoltek ky’nya sempet jungkir balik n salto deh, setiap usaha terasa bermakna, maka segalanya adalah berharga

Fiuhhh…. pernah hampir 6 bulan jadi pengangguran, lamar sana lamar sini… Emosi pasang surut, kondisi psikologis kadang labil, Kepercayaan diri meluncur tidak indah mendarat di suatu kelemahan atas kata PESIMISME .

Berjuang dan terus berjuang berharap merubah status menjadi seorang yang bermanfaat , setidaknya bagi diri sendiri tak lagi menjadi beban kedua orangtua dlm urusan finansial, yg rasa2nya maluuuu banget……… Ya, merindukan terlepas dari status “pengangguran” meski sebenernya dalam kacamata kesabaran mungkin tidak murni pengangguran…. Akhirnya, alhamdulillah Allah kabulkan…. Selalu semestinya Alhamdulillah ‘Ala Kulli Halin

Alhamdulillah saat ini ku masih diberi nikmat pekerjaan oleh Allah, kali ini adalah pekerjaanku yang ke -3, setelah sebelumnya mencicipi menjadi seorang call center & seorang apa ya? oh tukang jualan stand untuk pameran atau expo, marketing support katanya

Lantas apakah aku merasa bangga ? terlepas dari status pengangguran…..? Layakkah untuk merasa aman, safety player in the comfort zone ?

Dulu dengan status pengangguran merasa minder bukan main , ketika rekan kampus atau adek kelas di SMU atau kampus bertanya ” mba kerja dimana ?” . Atau ketika mamaku menenangkanku saat ku sedih bahwa ia selalu mengadu dan meminta pada Allah agar ku segera mendapat sebuah pekerjaan. Astagfirullah hati rasanya miris bgt… rasanya campur aduk, mungkin hanya yg pernah menjadi seorang pengangguran yg bisa mengerti, ya mengerti….

Lantas apa yang dicari dari seorang pengangguran, seorang pencari kerja ? Uang atau penghasilan kah, statuskah, sebuah citra terselamatkan dari kata pengangguran ? kesenangankah ?

Apa, apa yang dibutuhkan dari bekerja itu sendiri ?

Aku bertanya pada diriku sendiri

Metamorfosis kehidupan memang tak pernah berhenti, seperti siklus panjang yang selalu mengajarkan kita untuk terus berfikir & bergerak, menunjukkan kita pada hikmah2 dibalik setiap kejadian… yang alangkah indahnya jika berujung pada kepasrahan & tawakkal pdNya, saat ikhtiar perjuangan telah disempurnakan.

Dan ku pun senantisa bersyukur pada Allah, bahwa Dialah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, sayang sekali pada hamba2Nya…. tak hanya kesenangan yang Dia berikan ada juga kesusahan Dia uji sebagai pembuktian cinta pada hamba2Nya…. bukti cinta hamba- hamba padaNya, kareana cinta ini tak pernah bertepuk sebelah tangan, tidak pernah

Ah, apa yang dibutuhkan dari sebuah predikat bernama ” BEKERJA” ?

maka ku kan mejawab versi teh emut, yg kadang sedikit aneh tp nyata adanya , meski ia parsial……….. ya karena hanya sebuah refleksi seorang perempuan teramat biasa,

Dan bekerja itu,,,,,,

1. Ibadah,

Sebuah kebutuhan batin yang mesti terpuaskan… mau tidak mau harus tertunaikan, karena ia akan bertanggung jawab dihadapan Robbnya di yaumil Hisab, “setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya “. Berharap segala apa yang ia kerjakan bernilai ibadah di sisi Robbnya, hingga taka da yang sia sia. Lantas apa yang akan dijelaskan oleh tangan kakinya nanti , jika lisan tidak diperkenankan untuk berdalih…. Maka segalanya adalah ibadah, karena ia adalah Abdullah, Abdurrahman, Abdurrahim, Bi idznillah….

Fa Idza ‘Azzamta Fatawakkal ‘Alallah

2. Finansial,

Tentu saja….. Untuk membiayai kreditan palionya +bensin, untuk jajanin keponakan & adek kembarnya, untuk nyenengin mama meski sedikit sekaliii, untuk beli obat cantik ala perempuan tp ga cantik2 jg , huehehe… untuk nabung biaya kuliah lg, untuk nambahin “abang” biaya nikah, tp abang ga dateng2…….. wallaaaah blum kumpul kali pundi2nya, makanya mut nabungnye lbh giat lg yee…. Ya Allah Mudahkan & berkahi jalannya

3. Aktualisasi diri,

Ini nih yang seiring dengan pengalaman kerja juga kematangan usianya ( jaelah! ), ternyata adalah salah satu kebutuhan yang amat penting. ” Kemanfaatan sebanyak2nya bagi ummat” kalimat itulah yang belakangan ini selalu terngiang2 ditelinganya di balik jilbab warna -warninya. Mo jadi apa mut?, mo jadi apa? mo kasih apa buat ummat? “emhhh mo jadi dosen! poko’nya pendidik deh… ” jawabmu mantap. “iya.. iya… tp dosen apa, spesialisasi bidang apa???” trus katanya mo kasih kemanfaatan buat ummat, tp manfaat yg bgmn, seperti apa bentuknya seberapa banyak, kpn… kpn mulainya…….?”

*fiuhhhh mode on*. Emmmmmhhh still searching & try 2 find out, smg menemukan titiknya. Dan hal ini pun yang melatarbelakangi penulisan subyek ini. Aktualisasi Diri, maka sebaik baik hamba adalah yang bermanfaat sebanyak2nya bagi hamba yang lain

4. Interaksi Sosial,

Tidak dipungkiri lagi bahwa setiap org yang ia temui pasti meng – inspirasi, 1/3 dari harinya ia habiskan di kantor bernama Engineering Data & Information Center. Ada si Ntong2 yg jago IT, Ukhtiy2 tempat berbagi, mas2 yg pinter kasih solusi& tempat diskusi, bahkan ada “abang kita” yang pandai bercakap2 dan bermanuver, ibu yg bikin keki.. ibu yg suka bawa makanan. Wah pokonya gado2 yg enak bgt deh klo dianalogikan. Tergantung bgmn kita mensikapi… mereka pasti meng-inspirasi….. selalu ada pembelajaran ketika interaksi hablumminannas diresapi dalam2.

5. Sarana Belajar,

Belajar dan belajar, terus dan terus…. ga pernah bosen2, Pokonya terus semangat deh! Alhamdulillah Ya Allah banyak hikmah yang kudapat disini…. mulai dr belajar buat dunia ampe yg tanpa disengaja alhamdulillah dapet juga buat akhirat. Ternyata ada loh cara gogling yg mudah tepat sasaran, Oala analisa statistik begitu to’…. klo mo ngibulin virus nyerang file .doc ganti aje ekstensinye, neng ayo neng pake u buntu yg open source manja aje pake windows trus…. “hehehe, blum bise bang, aye nteu tiasa….”. Duh, sabar2 mut meski kanan kiri gonjang ganjing, mo dibawa kemana kita, katanya kapal dah mo karam… Allahu Khoirur Rooziqiin…. Ya, Allah sebaik2 pemberi rizki mut….. always remember & be Patience ^_^. Selama engkau terus bergerak, dan tak hanya diam

Pena telah diangakat, lembaran – lembaran pun telah mengering

April 2008

Disaat katanya gonjang ganjing, kapal mo karam, kata2 “pengangguran” kembali menjadi issue yang menakutkan, should i fell that ??

Benarkah ini

Ketika berdiri di atas keputusan melapangkan,,,,

Maka ku impikan kesejukan menghampiri serambiku

Ketenangan memenuhi 2 bilikku

Ya, aku rela………

Tak ada lagi cela dlm harap harap hablum minan nas

Namun, mengapa masih ada kehangatan yg menggelora

Merah semu berharap masih ada celah untuk bahagia

Bagaimana ini ???

Salahkah atau berlebihan

Jalinan ukhuwah macam apa yg mungkin kita rangkum

Aku menghisab diri,

Ta’awanu ‘alal Birri wat taqwa…

Innamal a’maalu Bin Niyyat…

Padahal Pena telah diangkat, lembaran lembaran pun telah jauh mengering

Apalagi selain ikhtiar & ikhtiar

Teguhkan ia dengan doa

Sandarkan ia pada tawakkal

ku berserah, ku berpasrah

Huwallahu laa Ilaaha Illa Huwa

‘Alimul Ghoibi wasy Syahadah, huwar Rohmaanur Rohiim

Aku lelah berdiam disini tanpa arti,

Ya, hanya sedikit arti…

Beri aku jobdesk yg jelas & detail

Aku lelah berjalan tanpa melihat

Tak mau berkata tanpa mendengar

Ter-antuk antuk, sekali dua kali

Sungguh tak mengapa, namun..

Beri aku kesibukan

yg mengandung kemanfaatan

Keberkahan  jg Keridhaan Tuhanku

kebahagiaan bagi batin juga jiwaku

Sungguh kurindukan kesibukan itu

Sebuah deskripsi yg sungguh indah tentang arti Cinta sejati dari Bunda  Helvy Tiana Rosa

Jika kau mencintai seseorang, kau akan menaruhnya di tempat paling nyaman di hatimu, hingga setiap kali ia menatap matamu, ia temukan dirinya berpijar di sana. Kau tak akan pernah lelah belajar mengenali diri dan jiwanya hingga ke sumsum tulang. Hidupmu penuh gairah, tak abai sekejap pun atas keberadaannya. Maka sampailah kau pada keputusan itu: kau akan setia pada tiap nafas, getar, gerak saat bersamanya, hingga nyawa berpamitan untuk selamanya pada jasadmu. Bahkan kau masih berharap semua tak akan pernah tamat. Kau mendambakan hari di mana kau dan dia kelak dibangkitkan kembali sebagai pasangan, yang terus bergandengan tangan melintasi jalan-jalan asmara, di taman surgaNya…

sumber :

http://helvytr.multiply.com/journal/item/227/Cinta_Sejati_Itu_Anakku…

Duh, kejebak lagiiii

Masih tentang aku dan aku,,

Akuuuu lagi….

Sungguh maafkan, ketika diniatkan ingin berbagi, kenapa benar-benar jadi tempat berbagi bagi hati yang merindukan proteksi, Ugh….. tak ada tempat berekspresi, kini menjadi begitu pribadi & tersosialisasi….

Maafkan, sungguh maafkan

Izinkan hanya ke-Manfaatan yang kubagi

Bismillah…..

« Newer Posts - Older Posts »